Calculate tax (PPh21) no more and no less
Post Date : 31 January 2020
Viewed : 371 times

  • Menghitung PPh21 tidak lebih dan tidak kurang

     

    Payroll outsourcing merupakan profesi yang unik. Bila saya bertemu dengan seseorang ketika saya menjelaskan bahwa saya membantu klien memproses gaji karyawan perusahaan, umumnya orang akan tersenyum, karena ia  merasakan keunikan pekerjaan tersebut mengapa klien harus perlu dioutsource penggajian sementara banyak perusahaan masih menganggap SDM dapat mengurus sendiri dengan mudah.

    Namun setelah lebih dari 15 tahun bergerak di bidang ini, tantangan terbesar ada dalam perhitungan PPh 21. Karena bila terjadi kesalahan atau keterlambatan, kantor pajak dapat memberlakukan denda 2% atas kekurangan bayar pajak termasuk kekurangan bayar pajak dalam tahun berjalan dibandingkan PPh 21 Desember. Sementara itu bila perusahaan membayar lebih, tentu manajemen merasa rugi uangnya berada di kantor pajak tanpa mendapatkan imbalan apapun. Lebih lagi kantor pajak saat ini mempunyai beban berat untuk mencapai target yang tinggi untuk mendapatkan pendapatan pajak, sehingga Kantor Pajak umum menerbitkan Surat Tagihan Pajak atas denda atau keterlambatan atau sedikitnya membuat surat kepada wajib pajak bila ada kecurigaan misalnya pertanyaan mengapa perusahaan membayar pajak bulanan lebih kecil di awal tahun dibanding bulan-bulan berikutnya.

    Oleh karena itu akhirnya yang paling penting adalah menghitung pajak dengan tepat, tidak lebih dan tidak kurang merupakan hal yang terpenting.

    Ada 2 hal yang dapat saya bagikan agar menghitung pajak tepat tidak lebih dan tidak kurang,

    1. saya evaluasi metode perhitungan pajak dengan method Forecast lebih baik dari metode Moving average terutama bila ada kenaikan gaji ditengah tahun. Perhitungan pajak forecast menghitung pajak berdasarkan pendapatan bulan berjalan dikalikan sisa bulan hingga akhir tahun ditambah pendapatan yang sudah dibayar, hasilnya pajak akan sama hingga akhir tahun. Sedangkan moving average menghitung pajak berdasarkan rata-rata pendapatan hingga bulan berjalan disetahunkan, sehingga pajak berjalan akan sedikit demi sedikit naik hingga akhir tahun.   Kami membuat myquantumhr dengan metode forecast untuk menghindari keluhan atau pertanyaan dari karyawan atau Kantor Pajak.

    2. Hal lain yang harus diperhatikan ada membedakan mana pendapatan rutin maupun non rutin, contoh paling sederhana seperti tunjangan lembur, sepertinya hal ini rutin, namun bila dievaluasi lebih lanjut sebetulnya dapat berfluktasi, sehingga kami  menganggap tunjangan lembur sebagai pendapatan non rutin akan menghasilkan perhitungan pajak yang lebih tepat.

    2 contoh di atas merupakan kasus bagaimana kami mengimplementasikan agar menghitung PPh 21 tidak lebih dan tidak kurang. Kesimpulannya meskipun sepertinya menghitung gaji sepertinya sederhana, tetapi dengan peraturan PPh 21 yang lebih kompleks dibanding peraturan pajak negara lain dan target pajak untuk pembangunan RI, sebetulnya proses pengajian tidak sesederhana seperti banyak orang bayangkan.

     

     

    Calculate tax (PPh21) no more and no less

     

    Payroll outsourcing is a unique profession. If I met with a person and I explained that I am helping clients to process the salary, in general, the person would be smiling to me, because he/she felt the uniqueness of that job why clients should outsource payroll. At the same time, many companies treat it as a routine job that HR functions can handle easily internally.

    However, after involving more than 15 years, the biggest challenge is in PPh21 calculation. If there is a mistake or late payment, the tax office can fine 2% from less calculation or late payment, including fewer PPh21 paid during the year comparing PPh21 paid in December. While if the company pays more PPh21, the management feels loss because there is no compensation to pay more tax. Even more, now the Tax Office has a burden to achieve the high target to collect the tax. So the Tax Office can issue a Tax Collection Letter or at least a letter for questioning any suspicious such as why the company paid less monthly tax payment at the beginning of the year comparing at subsequent months.

    So, in the end, calculating tax (PPh21) accurately, no more, and no less is the most important thing.

    Two aspects that I can share to calculate tax accurately, no more and no less:

    1. I evaluate the Forecast tax calculation method is better than the moving average tax calculation method. We can see when there is an increased salary in the middle of the year. Forecast tax calculation calculates tax based on current income up to the end of the year plus previous income during the year, the result the tax will be the same up to the end of the year. While moving average tax calculation calculates tax based on annualized average salary up to a current month, so that the tax will gradually increase up to the end of the year. We create Myquantumhr with the Forecast method, which avoids complain from the employees and tax office.

    2. Another thing is to differentiate between regular income and nonregular income. The simplest example is overtime allowance, which seems a routine; however, the amount can fluctuate so that we prefer to treat overtime as nonregular income to make tax calculation more precise.

    Two examples are case how we can implement PPh 21 calculation no more no less. The conclusion: it seems that the payroll process is simple. But PPh 21 regulation in Indonesia is more complicated than the tax regulation in other countries and high tax targets for developing Republic Indonesia, the payroll process is not as simple as people imagine.