Business Process Improvement
Post Date : 24 March 2014
Viewed : 510 times

  • In 2008, we assisted a client which wanted to make SOP (Standard Operating Procedures), because it lost at least Rp 10 Billions. It was caused by Fixed Income division who conducted bond selling transaction had not reported to the company. The management settled the transaction to keep credibility of the company. When the management wanted to prosecute the Division Head who was responsible for this transaction, the management could not do because the company did not have a specific rule/procedure that did not allowed that happened, even the company had delegated to conduct transaction. This event was regreted, as the several months before it had been happened, the management requested the proposal, but it had not yet been approved.

    Other events that are common to be happened when the company wants to implement ERP (enterprise resource planning), it has been realized the policies and procedures are not clear, so that the ERP implementation has not been finished on time, even it was not optimal, because there are several procedures or controlled have not yet been covered by ERP.

    Two above examples shows that the company needs process improvement which can document the existing procedures and policy. More over procedures and policies can be used to analyze how to improve customer satisfaction, because functions are interrelation each others.

    We conduct Business Process Improvement training which is expected to train attendance to be able make procedures and policies. This training will be conducted in two days within 2 weeks, so that the attendance can have a chance to practice the knowledge and discuss in the next meeting the difficulties that may have been faced.

     

    Di tahun 2008, saya pernah membantu klien yang ingin membuat SOP (standard operating procedures), karena mengalami kerugian sedikitnya 10 milyard rupiah. Hal itu terjadi  disebabkan bagian treasury yang dipercaya untuk melakukan transaksi penjualan Obligasi tidak melaporkan ke perusahaan dan kemudian manajemen terpaksa membereskan transaksi tersebut untuk menjaga reputasinya. Ketika hendak menuntut Kepala Divisi yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut tidak dapat menuntut, karena perusahaan tidak secara jelas mengharuskan transaksi dilaporkan dan perusahaan telah memberikan wewenang penuh atas transaksi tersebut. Kejadian tersebut sangat disayangkan, karena sebetulnya beberapa bulan sebelum kejadian, management tersebut sudah sempat untuk meminta proposal, namun belum merealisasikan rencanannya.

    Hal lain yang lebih sering terjadi adalah ketika perusahaan ingin mengimplementasikan ERP (Enterprise Resouces Planning), baru disadari kebijakan ataupun prosedur yang ada belum jelas, sehingga akhirnya implementasi ERP tersebut tidak dapat sesuai dengan rencana dan tidak optimal, bahkan  beberapa prosedur dan pengendalian tidak tercakup dalam ERP.

    Dengan adanya dua hal di atas, perlu suatu perusahaan memiliki bagian System Improvement yang dapat mendokumentasi prosedur dan kebijakan yang ada. Lebih lagi Prosedur dan Kebijakan dapat digunakan perusahaan untuk menganalisa bagaimana meningkatkan kepuasan pelanggan, karena satu bagian dengan bagian lain saling terkait.

    Kami menyediakan Pelatihan Bisnis proses improvement yang diharapkan dapat melatih peserta untuk mampu membuat Prosedur dan Kebijakan dan pelatihan ini dilakukan dalam 2 hari dalam 2 minggu sehingga memberi kesempatan peserta untuk mempraktekkan pengetahuan yang diperoleh dan kemudian dapat berdiskusi kembali bagaimana mengatasi kesulitan yang ada.