LAPORAN PAJAK PRIBADI ANDA
Post Date : 24 March 2015
Viewed : 815 times

  • Bagi wajib pajak Pribadi tanggal 31 Maret 2015 merupakan tanggal penting untuk diingat, karena merupakan tanggal terakhir dari pelaporan pajak Pribadi. Pelaporan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu melalui drop box, pos tercatat (kilat khusus), langsung ke kantor pajak dan on line dengan cara E-Fling. Berdasarkan pengalaman pos tercatat paling praktis, karena tidak perlu membuang waktu untuk mengantri. Alternatif yang lain adalah drop box bila ditempat kerja kebetulan terdapat petugas Pajak yang dapat menerima SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) atau untuk jangka panjang pelaporan dengan E-Filing dapat merupakan solusi, namun Wajib Pajak perlu mendapatkan nomor identifikasi E-Fin dengan mendaftarkan langsung ke kantor pajak dan baru setelah itu dapat melakukan pelaporan melalui E-Filing secara on-line.

    Pelaporan pajak Pribadi merupakan hal yang penting, karena berdasarkan UU No 6 Tahun 1983 tentang Tata Cara Perpajakan yang telah diubah dengan UU No 16 tahun 2009 Pasal 3 ayat 3 b. sebagai Wajib Pribadi, perlu membuat Surat Pemberitahuan Tahun (SPT) paling lambat 3 bulan setelah tahun berakhir (2014). Bila Wajib pajak lalai melakukan pelaporan, maka berdasarkan pasal 7 ayat 1 dapat terkena sanksi administrasi sebesar Rp 100,000.

    Pelaporan SPT bukan sesuatu yang sangat sulit, khususnya untuk seseorang yang bekerja dan berpenghasilan bruto tidak lebih dari Rp 60 juta per tahun dapat menggunakan SPT 1770 SS versi 2014 yang dapat di download dengan link berikut: http://www.pajak.go.id/mts_download_tree/page/48

    Pengisian tersebut berdasakan 1721 A1 yang sudah didapat dari pemberi kerja dan yang bersangkutan tinggal menyalin informasi dari 1721 A1 seperti antara lain penghasilan bruto, pengurang seperti biaya jabatan dan JHT (Jaminan Hari Tua), PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak), pajak dan sebagai tambahan wajib pajak perlu memberikan informasi harta dan hutang yang dimiliki.

    Namun Wajib Pajak pribadi yang berpenghasilan lebih dari Rp 60 juta pertahun harus memperhatikan PER-19/PJ/2014 yang dikeluarkan Dirjen Pajak dengan melaporkan harta sesuai dengan 33 jenis harta yang diminta sebagai berikut:

    Sehingga contoh pelaporan harta menjadi sebagai berikut:

    Selain pelaporan kode harta yang lebih mendetail, Wajib Pajak diminta melaporkan hutang sesuai dengan kode sebagai berikut:

    Daftar Kode Utang :

    101    :    Utang Bank / Lembaga Keuangan Bukan Bank (KPR, Leasing Kendaraan Bermotor, dan sejenisnya)

    102    :    Kartu Kredit

    103    :    Utang Afiliasi (Pinjaman dari pihak yang memiliki hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) Undang-Undang PPh)

    109    :    Utang Lainnya

    Sebetulnya selain perubahan mengenai pelaporan harta dan hutang yang lebih rinci, Wajib Pajak yang status perkawinannya Pisah Harta, Hidup Berpisah dan istrinya memilih pelaporan perpajakannya terpisah (Memilih Terpisah) harus mengisi formulir khusus untuk menghitung kembali Pajak Penghasilan Terutang.

    Informasi lebih lanjut mengenai hal ini dapat dilihat pada tautan yang sama yaitu http://www.pajak.go.id/mts_download_tree/page/48 termasuk untuk mendownload formulir 1770 S.

    Berikut cek lis yang perlu dikerjakan dalam pelaporan Pajak agar dianggap sah dan lengkap:

    Semoga artkel ini dapat membantu Anda dalam melaporkan kewajiban Pajak Pribadi Anda.

     

    YOUR PERSONAL TAX REPORT

    For Indonesian tax payers, March 31st 2015 is an important date to be remembered. It is the last date for reporting your Personal tax. Filing can be done through several delivery ways such as sent by registered mail (special delivery), directly to the tax office and on-line through E-Filing method and sent to the drop boxes. Based on experience registered mail is the most convenience way, because you do not waste time for queuing. Next, you may use the drop boxes. The can be at your workplaces. A tax officer can receive SPT (Annual Tax Return) at the work place. For long-term reporting, the E-Filing can be a solution, however Taxpayers need to obtain an identification number or E-Fin by registering directly to the tax office and only after they get it. They can do reporting via E-Filing on-line.

    The Personal tax reporting is important. Based on General Provisions and Tax Procedures Law No Law No. 6 1983 article  3 point 3 b and as amended by Law No. 16 2009 taxpayersrequirement to do the Annual Tax Return (SPT) filing no later than 3 months after the year ended (2014). If tax payers fail to report, then based on Article 7 point 1, they can be fined to administrative penalty amounting to 100,000 (IDR).

    The Annual Tax Return (SPT) is not very difficult to report,especially for someone who works and obtains 60 million (IDR) of gross income per annum, he/she can use the 1770 SS Annual Tax Report (SPT) 2014 version which can be downloaded in: http://www.pajak.go.id/mts_download_tree/page/48

    The filling is based on 1721 A1 which can be obtained from your employer. You need to copy the information from 1721 A1 such as gross income, deductions like occupational expense and retirement security, non-taxable income, tax and in addition you need to provide information of your own Assets and Liabilities.

    However for individual taxpayers who earn more than 60 million (IDR) per annum, they should pay attention on rules PER-19/PJ/2014 from Directorate General of Taxation (DGT) which requires reporting Assets according to 33 classification as follows:

    So the example of assets reporting as follows:

    Besides those assets, it is required Tax payers to report debts with these following codes:

    Liabilities Code:

    101         : Bank Debt / Financial Institutions non Bank(home mortgage, leasing of motor vehicles, andits kind)

    102         : Credit Card

    103         : AffiliateDebt(Loan from a related party as defined in Article 18 paragraph (4) of the Income Tax Law)

    109         : Other Debt

     

    So the example reporting liabilities as follows:

    “A” Taxpayer borrowed Rp. 150.000.000 to BRI bank on Tomang branch office in 2006 and the repayment period is 10 years with the rest of the loan in 2014 amounted to Rp. 30.000.000

    In addition to the changes in more detail of reporting assets and liabilities, Taxpayers who have prenuptial agreement or live separated or their wifes choose to do the tax reporting separately (Choosing Separately) must fill a special form to recalculate the income tax payable.

    More further information on this reporting can be sread on the linkhttp://www.pajak.go.id/mts_download_tree/page/48. Here, you can also download 1770 S form

    Here is the check list to remember for Tax reporting :

    Hope this article helps you in filing your Personal Tax Report.